Senin, 21 Juni 2010

Teknik Wawancara

Salah satu cara memperoleh sebuah informasi dapat dilakukan dengan cara wawancara. Selain wawancara reporter dapat memperoleh informasi dengan cara melihat dan mengamati sebuah kejadian. Menurut sebuah penelitian mengenai reporter di Amerika sekitar tahun 80-an menunjukkan bahwa jurnalisme sangat bergantung pada pewawancaranya. Sebagian besar dari berita yang mereka dapatkan adalah hasil dari wawancara, hal ini menunjukkan bahwa wawancara menempati posisi dominan dalam proses pembuatan berita.
Wawancara sendiri adalah proses memperoleh informasi yang dilakukan dengan cara tanya jawab antara reporter (pelaku wawancara) dengan nara sumber. Untuk menjadi pewawancara yang baik miliki 3 unsur berikut :
- Self Confidence
- Cakap
- Pengalaman
Rasa percaya diri sangat penting bagi seorang reporter sebagai modal awal agar mampu mengakomodasi segala kemampuannya, mampu menghadapi situasi dan mampu berkonsentrasi serta fokus pada pokok wawancara. Penguasaan pengetahuan yang luas terhadap peristiwa/kejadian yang menjadi pokok wawancara dalam menggali informasi dari sumber berita. Tanpa dibekali kecakapan maka dipastikan hasil wawancara tidak maksimal, malah sering terjadi bukan reporter yang mewawancarai sumber berita tapi justru sumber berita yang mewawancari reporter. Sedang pengalaman berkaitan dengan jam terbang seorang reporter dalam melakukan wawancara, makin sering melakukan maka makin matang dalam menghasilkan berita, cerdik dan piawai serta kreatif dalam mengembangkan wawancara. Meski jam terbang bukan jaminan bagi sebuah karya berita tetapi minimal jika punya pengalaman banyak bisa mengatasi berbagai hambatan dalam melakukan wawancara.
Kiat-kiatnya adalah :
Lakukan wawancara dengan enjoy
Ciptakan suasana enjoy agar sumber berita mengatakan apa yang ada di pikirannya bukan memikirkan apa yang akan dikatakannya.
Bersikaplah sebagai pendengar yang baik
Jangan sekali-kali memotong pembicaraan, jangan mengajak berdebat, jangan tampakkan kesan anda lebih pandai, dengar dan perhatikan jawaban dari sumber berita, ajukan pertanyaan efektif, pasang telinga dan otak lalu kembangkan informasi.
Jangan berlaku seperti penyidik
Seorang reporter jelas bukan penyidik, reporter hanya punya hak mencari dan mendapatkan informasi dan menyajikan dalam bentuk berita kepada khalayak. Jadi seorang reporter nggak boleh mamaksa, menekan, menyudutkan, menjebak, mengancam sumber berita untuk memberikan informasi, biarkan informasi mengalir tanpa ada tekanan.
Kontrol pembicaraan.
Jangan sampai pembicaraan keluar dari pokok bahasan, maka sebaiknya anda menguasai masalahnya terlebih dulu, susun daftar pertanyaan, kuasai juga tentang nara sumber mengenai karakter dan sifat-sifatnya agar anda nggak kesulitan mengendalikan nara sumber.
Hargai sumber berita
Berikan salam, puji jika perlu karena pada dasarnya semua orang suka dipuji, akhiri wawancara dengan mengucapkan terima kasih dan bersikaplah bersahabat.
Jika anda melakukan kiat-kiat ini, maka bersiaplah anda menjadi reporter profesional yang selalu menghasilkan berita-berita bermutu.


cetak halaman ini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar